
Terkadang orang yang suka teriak agar narkoba dibasmi, tapi ia sendiri adalah pengedar, bahkan juga ikut-ikutan jadi pemakai. Tapi jika orang-orang kecil yang terjerat narkoba, maka mereka akan cepat ditindak, bahkan terkena jerat hukum yang kadang berlapis-lapis. Tapi otak dibelakang peredaran narkoba tersebut melenggang dengan aman dan santai tanpa mereka sadari bahwa mereka telah dan mulai menciptakan lost generation. Menghancurkan generasi penerus harapan bangsa menjadi generasi santai yang sakit yang tak mampu berpikir jernih.
Kembali menyinggung masalah judul diatas kenapa kok anak kedua yang lebih berpotensi terjerat narkoba. Kita coba meneropong lebih jauh kedalam kehidupan keluarga, bagaimana sikap orang tua memperlakukan anak-anaknya. Sudah bersikap adilkah kita, atau kita sebagai orang tua dengan sengaja menciptakan perlakuan-perlakuan istimewa antara anak yang satu dengan yang lainnya. Ada anak emas misalnya, dan itu tanpa kita sadari terjadi ketika kita mendidik anak-anak kita. Rasanya tidak percaya kita, kenapa urutan kelahiran, maksudnya anak kedua lebih berpotensi terjerat narkoba. Tapi jangan panik dulu, kan tidak semua anak-anak kita yang selalu berasyik-masyuk dengan narkoba. Masih ada anak-anak yang bertanggungjawab dalam menjalani hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar